Trying To Conceive II _ Infertile Status

Welcome back !



Perjalanan Trying to Conceive  kami dimulai dengan pemeriksaan ke obgyn. Kami mencoba dokter di RS Hermina Banyumanik Semarang, beliau memberi diagnosa saya terkena erosi serviks dan PCOS (Polycystic Ovary Syndrome). Awalnya bingung karena namanya masih sangat asing untuk saya. Erosi serviks ini sendiri seperti sariawan pada mulut rahim dan dianggap dapat menghambat proses kehamilan. Sedangkan PCOS adalah gangguan keseimbangan kadar hormonal. Pada waktu itu saya melakukan pemeriksaan ke obgyn pada hari ke 12 setelah menstruasi dan ternyata pada saat dilakukan usg transvaginal oleh dokter, terlihat sel telur pada indung telur banyak namun dengan diameter kecil. Diasumsikan tidak terjadi ovulasi atau mungkin dalam 1 tahun ovulasi hanya beberapa kali saja. Memang ada beberapa tanda-tanda PCOS yang terlihat, contohnya siklus menstruasi yang tidak teratur. Sejak dulu saya sudah rajin ke obgyn karena siklus menstruasi saya berantakan, bahkan saya tidak pernah ingat tanggal berapa awal menstruasi saya. 

Dokter tersebut tidak memberikan obat untuk PCOS saya, dan menyarankan untuk olahraga teratur dan melakukan diet karbohidrat. Dokter pun menyarankan untuk melakukan tindakan operasi untuk erosi serviksnya (tapi saya lupa namanya tindakannya), namun kami atas anjuran keluarga dan saudara, kami mencari second opinion ke obgyn lain.

Dokter kedua yang kami coba adalah dokter di RS Hermina Pandanaran Semarang. Dokter yang satu ini rekomendasi dari beberapa orang teman, katanya banyak yang cocok. Akhirnya kami mencoba dokter tersebut. Saat pemeriksaan, diagnosanya sama yaitu erosi serviks dan PCOS. Hanya saja menurut dokter, erosi serviks saya bisa diobati tanpa perlu operasi, dan untuk PCOS saya diberi obat untuk mengatur siklus menstruasi saya. 

Pemeriksaan dengan dokter obgyn kedua ini kami jalani kurang lebih 6 (enam) bulan, dan hasilnya adalah berat badan saya naik beberapa kilogram, mungkin karena efek obat hormon. Setiap bulan kami selalu periksa 2-3 kali dalam sebulan, yang pertama yaitu pada saat menstruasi hari 1 s/d 3, lalu hari ke-13, dan terkadang beberapa hari menjelang menstruasi apabila dilakukan tes hormon. Namun memang belum rezeki, hingga bulan ke-6 kami tidak kunjung berhasil, padahal setiap bulannya ada 1-2 sel telur yang berdiameter besar dan diperkirakan akan pecah dan terjadi ovulasi. Akhirnya kami memutuskan rehat sejenak dari promil dengan dokter, dan menghilangkan stress penat selama ini. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dengan ikhtiar dan doa, selebihnya Allah yang menentukan. Tidak mudah memang dalam menjalani TTC tersebut karena cukup menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Yang penting tetap harus semangat berusaha :)

Xoxo,

IWP

Comments

Popular posts from this blog

SUNDAY AFTERNOON AT KIM SOO BALI

Photo Facial at ZAP Clinic

Hijab and Fashion, Why Not?